Perishability dalam perhotelan dapat di umpamakan dengan total occupancy yang tidak terjual pada hari tersebut. Jika dalam karakteristik barang, jika tidak terjual hari ini dapat dijual lagi keesokkan harinya, maka dalam jasa, ketika sebuah kamar tidak dapat dijual di hari ini, maka kamar tersebut akan menjadi kerugian di hari itu karena dalam hotel, kamar yang tidak terjual pada satu hari, menjadi beban untuk kamar yang terjual.
Dalam mengatasi hal ini dapat dilakukan upaya dalam memaksimalkan pendapatan dalam hotel, seperti:
1. Menciptakan Dynamic Price.
Dynamic price merupakan strategi penerapan harga yang dilakukan berdasarkan perubahan permintaan dan penawaran. dapat di artikan, di saat low season hotel dapat menerapkan harga yang rendah demi meningkatkan occupancy, begitu juga sebaliknya, ketika high season hotel dapat menerapkan harga yang tinggi mengingat permintaan dari tamu pun sangat meningkat pesat dan tingkat full occupancy dapat dipastikan tinggi.
2. Menciptakan promosi
Promosi yang dilakukan di saat low seasonn, sedikit banyak dapat membantu meningkatkan revenue yang di dapatkan. Seperti staycation at weekend, dsb. Promosi penjualan kamar pun dapat dilakukan ke Corporate yang sudah memiliki MOU dengan hotel tersebut, sehingga memunculkan possibility untuk penjualan kamar dalam jumlah banyak di saat itu.
3. Social Media
Seperti yang kita ketahui, saat ini cara yang palig efektif dalam mempromosikan sesuatu adalah dengan mempostingnya di media sosial. Dengan adanya media sosial dan promosinya, banyak masyarakat yang akhirnya mengetahui apa saja yang sedang in dan promosi yang menarik perhatian banyak. Dalam hal ini, hotel yang melakukan promosi dalam penjualan kamar maupun pax F&B dapat meningkatkan jumlah tamu dengan promosi menarik yang dilakukannya.
references:
https://dailyhotels.id/2017/10/berikut-ini-manfaat-dan-langkah-penerapan-dynamic-rate/
No comments:
Post a Comment