Saturday, October 10, 2020

Strategic Vision

Accor merupakan salah satu perusahaan chain hotel terbesar dan memiliki properti terbanyak di dunia yang berasal dari Paris. Pada tahun 2015, Accor memutuskan untuk membeli chain Hotel FRHI Hotels & Resorts yang merupakan perusahaan pengelola hotel mewah Fairmont, Raffles, dan juga Swissotel.

Salah satu alasan Accor memutuskan untuk membeli perusahaan ini antara lain ialah untuk menambah portofolio Accor di segmen hotel Premium & Luxury, setelah mengembangkan merek merek premiumnya seperti Pullman, Sofitel dan M Gallery. Aksi ini juga merupakan upaya Accor dalam melawan serangan pesaingnya, Marriot Inc. yang menandatangani kesepakatan terbesar dalam industri hotel sejak 2007 dengan membeli Starwood Hotels & Resorts Worldwide Inc.

“Hospitality must evolve towards more flexibility and be able to open the gates to non-travelers for a drink, a yoga course, a fitness room, etc. In other ways, we are targeting non-travelers by bringing hospitality outside the hotel. Through strategic partnerships, we are now offering our hospitality expertise in new playing fields, for example, such as co-working places.” Sebastien Bazin Accor Hotels CEO

Dari statement diatas dapat dikatakan bahwa Accor telah merubah strategi bisnisnya dimana perusahaan ini tidak hanya ingin menjadi perusahaan yang berbisnis di bidang perhotelan / hospitaliti saja, mereka ingin menjadi sebuah platform bisnis berbasis perhotelan yang menjadi bagian dari kehidupan dalam keseharian setiap orang, baik mereka seorang traveler atau tidak. Semenjak melakukan akuisisi, Accor juga terlihat mulai melakukan beberapa perubahan besar terhadap perusahaannya. Salah satu yang paling terlihat adalah perubahan Nama dan Logo dari AccorHotels menjadi Accor. Dan dalam lingkungan Internalnya, dapat terlihat bahwa Accor telah mengubah strategic visionnya dengan statement:

We have reshaped our core business around the idea of “Augmented Hospitality” — a refined vision of hospitality and the tailor-made services we can provide to a community of customers made up of guests and locals alike.   

Mereka juga menjelaskan yang dimaksud dengan 'Augmented Hospitality' berarti mengantisipasi semua kebutuhan dan keinginan tamu. Mereka juga menegaskan bahwa visi Accor mengenai 'augmented hospitality' bukan hanya perencanaan untuk hari esok, namun menciptakan sesuatu untuk hari esok.

dari strategic vision yang di jabarkan diatas, pada akhirnya Accor mengelompokan cabang cabang hotelnya menjadi:


Live, Work, Play: a new brand architecture 

Yang di maksud dalam hal ini Accor berkata dengan ini, mereka membuka pengalaman dan berbagai kemungkinan untuk tidak hanya sekedar Travelling, namun juga menyediakan 'Lifestyles Experience' dengan aktivitas clustering menjadi tiga kategori, yakni "Live, Work, and Play" dan yang terakhir adalah sebagai 'bussiness accelerator'.

https://group.accor.com/-/media/Corporate/Group/Images-for-pages/Get-to-know-us/AccorHotels-Overview/20190822-Etagere-white-def/TH-768.png?version=1

Menurut pandangan saya sendiri, perubahan yang terjadi setelah pengakuisisian FRHI adalah karena Accor sudah memiliki strategi unuk melakukan re-branding terhadap perusahaannya tersebut. FRHI merupakan perusahaan jaringan hotel yang sangat mewah dimana dengan ini, Accor sudah dapat menyatakan bahwa mereka bisa menjadi jaringan hotel terbaik di kelasnya. Sehingga menurut saya pribadi, Accor menginginkan seluruh cabang hotelnya memiliki tingkat kualitas yang sama walaupun memiliki kluster hotel yang berbeda.

Monday, June 8, 2020

Segmenting, Targeting, Positioning (STP)


1. Segmenting
            Segmenting merupakan proses mengelompokkan bagian-bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan pasar yang beragam. Segmenting bertujuan untuk mengetahui dan mengelompokkan karakter dan perilaku dari dalam pasar tersebut.

2. Targeting
                Targeting merupakan proes lanjutan dari segmenting dimana di dalam proses ini, kita harus dapat menciptakan sebuah strategi dalam mengalokasikan sumber daya dari pasar tersebut. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa masyarakat ini telah sesuai dengan pasar yang akan menjadi tempat kita menjual produk atau jasa ini.

3. Positioning
                Positioning merupakan suau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam menempatkan suatu penawaran nilai dimana konsumen dalam suatu segmen dapat menerima penawaran yang ditawarkan dengan harapan penawaran tersebut dapat di terima dibanding dengan kompetititor lainnya.

Saat ini, Segmentasi pasar dalam suatu hotel telah berubah sangat signifikan, dimana segmentasi hotel tersebut bukan lagi hanya penempatan pasar dengan budget tertentu di hotel berbintang tertentu. Namun, saat ini kita juga harus melihat pengaruh media sosial dalam segmentasi tersebut. Pasar A yang umumnya merupakan pasar yang memiliki budget B dapat masuk ke dalam hotel yang di tujukan untuk budget A. begitu pula pasar yang sebaliknya. Karena itulah, segmentasi yang dilakukan oleh hotel di saat ini terlihat lebih kompleks. Sehingga kita sebagai sales person harus lebih jeli dalam mengidentifikasi segmen pasar yang ada di masyarakat pada saat ini.

Dari segmentasi hotel tersebut, kita dapat menghasilkan suatu variasi harga. Dimana kita tidak dapat menciptakan harga yang sama setiap hari nya. Hal ini dapat di sebut dengan forecast, dimana setiap harinya kita harus dapat memprediksi harga yang dikeluarkan untuk dijual kepada masyarakat. Harga ini disebut dengan dynamic pricing. Dynamic pricing sendiri dapat diciptakan dari melihat occupancy dan juga penjualan dalam beberapa bulan ke belakang, dari situlah kita dapat memberikan harga rendah atau tinggi pada satu hari tertentu.

Promotion Mix


1. Advertising
            Advertising merupakan suatu komunikasi nonpersonal mengenai suatu produk atau jasa dari sebuah perusahaan dengan menggunakan sebuah ide guna produk atau jasa atau perusahaan tersebut diketahui oleh masyarakat.

2. Public Relation
            Public Relations adalah jenis pekerjaan yang biasanya mengurus segala hal terkait dengan komunikasi, baik dalam atau luar perusahaan.

3. Direct Market
            Direct Market adalah sistem pemasaran yang menggunakan berbagai media iklan untuk berinteraksi  secara langsung dengan target konsumen. Biasanya dilakukan melalui telepon, email, atau bertemu langsung dengan konsumen untuk mendapatkan respon langsung.

4. Personal Selling
            Personal Selling adalah presentasi pribadi oleh perusahaan dengan tujuan melakukan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan lebih singkatnya berinteraksi dengan calon pembeli.

5. Sales Promotion
            Sales Promotion adalah kegiatan perusahaan dalam menjajakan suatu produk yang dipasarkan sedemikian rupa bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan dengan tujuan agar konsumen mudah melihatnya dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan atau meningkatkan jumlah pelanggan dalam waktu singkat.

Dari kelima promotion mix diatas, terdapat beberapa timing yang di perlukan agar promotion product ini bisa menghasilkan penjualan yang maksimal, diantaranya:
  • ·         Advertising dapat dilakukan setiap saat karena mengenalkan suatu produk atau jasa diperlukan waktu yang relatif Panjang, karena belum tentu advertising yang dilakukan dapat diketahui dalam waktu singkat.
  • ·         Public Relation (Publicity) dapat dilakukan sebagai pengenalan suatu produk atau jasa yang baru saja diluncurkan oleh suatu perusahaan. Public relation sebenarnya dapat dilakukan kapan saja mengingat komunikasi dengan public dapat membuat perusahaan dapat dikenal dengan baik.
  • ·         Direct market merupakan satu dari sekian banyak cara lama dalam promosi yang masih sangat banyak dilakukan oleh perusahaan. Promosi ini dapat dilakukan setiap saat mengingat masih banyaknya orang orang yang masih terpengaruhi dengan cara kerja direct market.
  • ·         Personal selling umumnya dilakukan dengan akun yang telah lama bekerja sama dengan kita sebagai perantara dengan perusahaan, dimana kita dapat menawarkan produk atau jasa terbaru dari perusaahan kita dengan harapan akun tersebut tertarik dan kembali menggunakan perusahaan kita di kemudian hari.
  • ·         Sales Promotion dapat dilakukan pada saat saat tertentu, dimana kemungkinan besar pasar akan melakukan suatu transaksi. Contohnya pada bulan Ramadhan (di Indonesia), akhir tahun, atau event-event tertentu. Dengan adanya sales promotion seperti special package dan atau diskon tertentu, tentunya masyarakat akan sangat tertarik dengan hal tersebut.
Dan dalam dunia hospitality sendiri, cara promosi yang paling cocok dalam memasarkan seluruh produk hotel menurut saya adalah dengan adanya advertising dan public relation. Kenapa? Karena saat ini, masyarakat lebiih sering memilih untuk membooking kamar via OTA, sementara kita dapat mengetahui dengan pasti bahwa penjualan dengan OTA tidak terlalu menguntungkan bagi hotel. Sehingga yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan digital advertising sebagai media promosi dan Public Relation sebagai Subjek promosi yang diperlukan.

Digital Advertising yang digunakan tak lain adalah dengan memasarkan beberapa produk hotel di sosial media, dengan bantuan public relation dimana pemanfaatan influencer yang saat ini sangat berpengaruh dalam pemasaran suatu produk, dimana kita ketahui sebagai endorsement.

Tuesday, February 11, 2020

Distribution, as a place on Marketing Mix

Distribusi dalam marketing memiliki 2 sistem, antara lain:
1. Push Strategy
2. Pull Strategy

Dalam hal ini dapat di gambarkan dalam bagan sebagai berikut:




1. Push Strategy
Adalah dimana konsumen tidak dapat langsung membeli suatu produk atau jasa ke pihak produser atau bisa disebut Non-DTC (Direct to Costumer).
Sehingga yang terjadi kemudian adalah pihak produser mendistribusikan secara bertahap melalui whole seller dan kemudian ke agent untuk akhirnya sampai ke pihak konsumen. Lebih singkatnya, pihak produsen mendorong konsumen untuk membeli produk atau jasa tersebut dari outlet yang tersedia.


Dari sini, pihak produsen memberikan sebuah intensif kepada sales yang menjual. Contoh yang paling mendasar adalah perusahaan oli tidak menjual langsung kepada konsumen sehingga yang terjadi adalah pihak konsumen harus membeli oli tersebut di pihak agent yang biasanya merupakan bengkel.

2. Pull Strategy

Pull strategy ini dapat dikatakan bahwa konsumen yang mencari langsung sebuah produk melalui agent, wholesale, atau bahkan bisa langsung ke produsennya. yang kemudian sistem ini sering disebut DTC.
Contoh yang dapat diberikan adalah seperti home-made product yang dijual oleh produsen via online, sehingga produsen bisa berhubungan langsung dengan konsumennya, atau memberikan reseller kepada wholesale atau agent dengan harga yang lebih murah untuk di jual ke konsumen.

Monday, December 16, 2019

Level of (Service) Product?

Dalam Postingan sebelumnya, terdapat tingkatan produk yang berupa barang. Disini, saya akan menjabarkan tentang 'Bagimana jika level of product di implementasikan kedalam produk jasa?'

Dalam tingkatan produk jasa sendiri, tingkatan tentu saja dapat diimplementasikan, namun perbedaannya, customer dapat mendapatkan hasil dari permintaan di tahapan augmented, dimana aftersales dengan sendiri nya menjadi sebuah during sales dimana kepuasan dari tamu akan dirasakan saat itu tanpa mendapatkan pelayanan setelahnya.

Contoh yang dapat saya berikan adalah saat di hotel.

1.Core product
Dalam hal ini adalah permintaan atau keinginan tamu untuk berlibur atau sekedar mencari tempat untuk tinggal senyaman mungkin saat bekerja (business trip).

2. Actual Product
Disini tamu akan mencari hotel yang sesuai dengan budget dan keinginan. Mostly, hal pertama yang dicari adalah berdasarkan Brand. Ketika tamu terbiasa menginap di brand A di saat mereka berpergian, tentunya setidaknya tamu akan memilih untuk mencari brand hotel yang sama atau setidaknya mencari hotel dibawah management yang sama dengan brand tersebut.

3. Augmented
Ketika tamu sudah memilih di satu hotel, mereka hanya akan dapat merasakan service yang diberikan pada saat check in. Layanan customer service atau sebagainya dilayani pada saat tamu tinggal di kamar hotel tersebut, dan pelayanan dan pertanyaan tingkat kepuasan akan dilakukan pada saat check out. Ketika tamu telah pergi dari hotel tersebut, tamu tidak akan lagi merasakan pelayanan yang diberikan oleh hotel hingga waktu dimana ia akan menginap lagi di hotel tersebut.

Dari sini dapat disimpulkan, karena jasa merupakan hal yang tidak dapat di lihat namun dirasakan dan meninggalkan suatu pengalaman yang membekas, jasa hanya dinikmati di saat yang bersamaan. Produk jassa sendiri dasarnya adalah menggunakan manusia sebagai sumber daya atau produk utamanya. Dan tidak dapat di pungkiri bahwa jasa memiliki hasil yang berbeda-beda.

Level of a Product - Why?

3 Levels of a Product antara lain adalah:



1. Core Product
Bisa dikatakan sebagai nilai atau manfaat dari suatu produk. Dalam tahap ini, produk tersebut belum menjadi sebuah barang yang nyata. Melainkan sebuah gambaran dan ide dari permintaan konsumen akan suatu produk yang bermanfaat untuk mereka.

2. Actual Product
Dalam tahap ini, ide yang di kembangkan sudah menjadi sebuah produk yang nyata, di tahap ini pula pengembangan kualitas, brand, mode, jenis, bahkan warna sudah tercipta. Disini pula proses dimana customer dapat melihat, tertarik, mencoba dan akhirnya membeli produk yang sekiranya sudah sesuai dengan permintaan yang di inginkan.

3. Augmented Product
Merupakan tahapan yang sering disebut AFtercare / Aftersales. Dimana kita sebagai penyedia product memberikan pelayanan lanjutan terhadap customer atas kepuasan atau permasalahan yang di dapat saat menggunakan produk tersebut.

Dan dapat di simpulkan mengapa sebuah produk memiliki 3 tahapan ini: Hal ini dikarenakan dalam membuat sebuah produk, sebuah perusahaan harus melihat potensi akan permintaan dan juga nilai bahkan manfaat yang diinginkan oleh pasar/market. Ketika permintaan akan suatu produk tinggi, kita dapat menciptakan inovasi dari produk tersebut secara berkala dan penjaminan akan meningkatnya penjualan barang tersebut juga akan menjadi tinggi.

References:
https://www.marketingteacher.com/three-levels-of-a-product/
https://marketing-insider.eu/three-levels-of-product/





























Inseparability @ Service Characteristic

Inseparability diartikan dengan produk jasa hanya dapat dikonsumsi dan diproduksi di saat yang sama. Hal ini dikarenakan produk jasa merupakan hal yang dilakukan oleh manusia, ketika mereka menyajikan jasa, tamu tidak dapat merasakan jasa itu di lain waktu ketika penyedia jasa sudah tidak berada di depan tamu tersebut.

Upaya yang dapat di lakukan oleh hotel dalam mengatasi karakteristik service ini, antara lain dengan:
1. Menjaga kualitas service yang di lakukan.
2. Memberikan pelayanan jasa setara antara tamu satu dengan yang lainnya.
3. Melakukan staff training maupun LQA secara berkala.