Accor merupakan salah satu perusahaan chain hotel terbesar dan memiliki properti terbanyak di dunia yang berasal dari Paris. Pada tahun 2015, Accor memutuskan untuk membeli chain Hotel FRHI Hotels & Resorts yang merupakan perusahaan pengelola hotel mewah Fairmont, Raffles, dan juga Swissotel.
Salah satu alasan Accor memutuskan untuk membeli perusahaan ini antara lain ialah untuk menambah portofolio Accor di segmen hotel Premium & Luxury, setelah mengembangkan merek merek premiumnya seperti Pullman, Sofitel dan M Gallery. Aksi ini juga merupakan upaya Accor dalam melawan serangan pesaingnya, Marriot Inc. yang menandatangani kesepakatan terbesar dalam industri hotel sejak 2007 dengan membeli Starwood Hotels & Resorts Worldwide Inc.
“Hospitality must evolve towards more flexibility and be able to open the gates to non-travelers for a drink, a yoga course, a fitness room, etc. In other ways, we are targeting non-travelers by bringing hospitality outside the hotel. Through strategic partnerships, we are now offering our hospitality expertise in new playing fields, for example, such as co-working places.” Sebastien Bazin Accor Hotels CEO
Dari statement diatas dapat dikatakan bahwa Accor telah merubah strategi bisnisnya dimana perusahaan ini tidak hanya ingin menjadi perusahaan yang berbisnis di bidang perhotelan / hospitaliti saja, mereka ingin menjadi sebuah platform bisnis berbasis perhotelan yang menjadi bagian dari kehidupan dalam keseharian setiap orang, baik mereka seorang traveler atau tidak. Semenjak melakukan akuisisi, Accor juga terlihat mulai melakukan beberapa perubahan besar terhadap perusahaannya. Salah satu yang paling terlihat adalah perubahan Nama dan Logo dari AccorHotels menjadi Accor. Dan dalam lingkungan Internalnya, dapat terlihat bahwa Accor telah mengubah strategic visionnya dengan statement:
We have reshaped our core business around the idea of “Augmented Hospitality” — a refined vision of hospitality and the tailor-made services we can provide to a community of customers made up of guests and locals alike.
Mereka juga menjelaskan yang dimaksud dengan 'Augmented Hospitality' berarti mengantisipasi semua kebutuhan dan keinginan tamu. Mereka juga menegaskan bahwa visi Accor mengenai 'augmented hospitality' bukan hanya perencanaan untuk hari esok, namun menciptakan sesuatu untuk hari esok.
dari strategic vision yang di jabarkan diatas, pada akhirnya Accor mengelompokan cabang cabang hotelnya menjadi:
Live, Work, Play: a new brand architecture
Yang di maksud dalam hal ini Accor berkata dengan ini, mereka membuka pengalaman dan berbagai kemungkinan untuk tidak hanya sekedar Travelling, namun juga menyediakan 'Lifestyles Experience' dengan aktivitas clustering menjadi tiga kategori, yakni "Live, Work, and Play" dan yang terakhir adalah sebagai 'bussiness accelerator'.
Menurut pandangan saya sendiri, perubahan yang terjadi setelah pengakuisisian FRHI adalah karena Accor sudah memiliki strategi unuk melakukan re-branding terhadap perusahaannya tersebut. FRHI merupakan perusahaan jaringan hotel yang sangat mewah dimana dengan ini, Accor sudah dapat menyatakan bahwa mereka bisa menjadi jaringan hotel terbaik di kelasnya. Sehingga menurut saya pribadi, Accor menginginkan seluruh cabang hotelnya memiliki tingkat kualitas yang sama walaupun memiliki kluster hotel yang berbeda.
No comments:
Post a Comment