Distribusi dalam marketing memiliki 2 sistem, antara lain:
1. Push Strategy
2. Pull Strategy
Dalam hal ini dapat di gambarkan dalam bagan sebagai berikut:
1. Push Strategy
Adalah dimana konsumen tidak dapat langsung membeli suatu produk atau jasa ke pihak produser atau bisa disebut Non-DTC (Direct to Costumer).
Sehingga yang terjadi kemudian adalah pihak produser mendistribusikan secara bertahap melalui whole seller dan kemudian ke agent untuk akhirnya sampai ke pihak konsumen. Lebih singkatnya, pihak produsen mendorong konsumen untuk membeli produk atau jasa tersebut dari outlet yang tersedia.
Dari sini, pihak produsen memberikan sebuah intensif kepada sales yang menjual. Contoh yang paling mendasar adalah perusahaan oli tidak menjual langsung kepada konsumen sehingga yang terjadi adalah pihak konsumen harus membeli oli tersebut di pihak agent yang biasanya merupakan bengkel.
2. Pull Strategy
Pull strategy ini dapat dikatakan bahwa konsumen yang mencari langsung sebuah produk melalui agent, wholesale, atau bahkan bisa langsung ke produsennya. yang kemudian sistem ini sering disebut DTC.
Contoh yang dapat diberikan adalah seperti home-made product yang dijual oleh produsen via online, sehingga produsen bisa berhubungan langsung dengan konsumennya, atau memberikan reseller kepada wholesale atau agent dengan harga yang lebih murah untuk di jual ke konsumen.



No comments:
Post a Comment